Selasa, 10 Juni 2014

Semua Tentang Brasil vs Kroasia : Militer


Brasil
Militer Brasil adalah yang terbesar kedua di Amerika Latin, yang dibagi menjadi angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara dengan total 370.000 personel aktif.
Angkatan darat memiliki lebih dari 230.000 personel. Kepolisian militer dianggap sebagai tambahan angkatan darat oleh konstitusi, namun di bawah kendali gubernur masing-masing wilayah. Sementara angkatan laut Brasil pernah mengoperasikan kapal perang terhebat di dunia, salah satunya adalah kapal perang Mineas-Geraes.
Angkatan udara memiliki sekitar 70.000 personel aktif, terbesar di Amerika Selatan.
Brasil sendiri tidak pernah dijajah lagi sejak pecahnya Perang Paraguay tahun 1865. Militer Brasil juga turut berpartisipasi pada misi-misi perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti pada kasus Haiti dan Timor Timur.

Angkatan darat Brasil saat ini lebih terlibat pada program-program sipil seperti edukasi, kesehatan, pembangunan jalan, jembatan, atau rel kereta sepanjang wilayah Brasil. Seperti di sebagian besar negara-negara Amerika Selatan, angkatan darat Brasil adalah yang paling berpengaruh karena jumlahnya yang besar, penyebaran yang merata, dan perkembangan yang cukup pesat.
Angkatan darat Brasil juga memiliki aturan yang cukup ketat, yang dibuat oleh presiden Castelo Branco di pertengahan 1960. Presiden terlibat secara langsung dalam hal promosi para jenderal. Semua kolonel harus pensiun di usia 59 tahun, dan semua jenderal bintang empat harus pensiun di usia 66 tahun, atau 12 tahun setelah diangkat menjadi jenderal.
Dua bulan lalu, lebih dari 2.000 angkatan darat Brasil memasuki kota Rio de Janeiro untuk meningkatkan keamanan menjelang turnamen Piala Dunia, dan berhasil mengambil alih Mare, salah satu daerah paling berbahaya di Brasil yang dikuasai oleh para preman narkoba.

Kroasia
Tidak jauh berbeda seperti Brasil, militer Kroasia (Croatian Armed Forces/CAF) juga terdiri dari angkatan laut, darat, dan udara. CAF dipimpin oleh para staf yang melapor ke Menteri Pertahanan, yang melapor ke Presiden. Menurut konstitusi, militer Kroasia berada langsung di bawah Presiden dan ketika ada ancaman, Presiden langsung mengirim perintah kepada para staf.
Besarnya pengeluaran negara untuk militer antara tahun 1991-95 membuat jumlah personel CAF menurun drastis. Di tahun 2005, pengeluaran untuk militer diestimasikan sebesar 2.39% dari Gross Domestic Product/GDP. Sejak saat itu, budget untuk militer ditargetkan maksimum hanya 2% saja dari GDP. Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan tahun 1994, yang mencapai 11.1% dari GDP.
Angkatan darat Kroasia memiliki 12.500 personel aktif, dan 6.000 personel cadangan. Kroasia pernah memiliki 280 tank, namun pada tahun 2006 sebanyak 200 tank batal untuk digunakan. Memperbanyak jumlah tank adalah salah satu prioritas militer Kroasia saat ini disesuaikan dengan budget militer. Selain itu, Kroasia masih memiliki banyak kendaraan perang yang menyokong angkatan darat.
Pada April 2009, Kroasia bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization/NATO. CAF mengirimkan 18.100 tentara, 3.000 rakyat sipil, dan 2.000 relawan berusia 18-30 tahun untuk menjaga perdamaian.

Pada April 2011, militer Kroasia mengirim 120 anggota untuk ditempatkan di berbagai negara sebagai bagian dari Tentara Perdamaian PBB. Kroasia juga mengirim 350 pasukan untuk bergabung dengan NATO di Afghanistan dan 20 pasukan ke Kosovo.
Kroasia juga memproduksi berbagai persenjataan militer. Industri militer Kroasia dilaporkan menghabiskan 120 juta dolar Amerika untuk memproduksi persenjataan di tahun 2010. Senjata buatan Kroasia pun digunakan oleh CAF, dan diekspor ke negara-negara lain.

Sumber:

image image image



Tidak ada komentar:

Posting Komentar